Fujoshi….Damn I Wanna Quit.

Being fujoshi membuat saya selamanya jadi manusia galau…..dame ningen apalagi. =3=

Nah bagi yang belum tahu istilah fujoshi, istilah ini berasal dari dua kanji Jepang kusai/kusaru artinya bau/ busuk dan onna yaitu cewek. Kalau digabung ya “cewek busuk” jadinya. Fujoshi adalah istilah untuk cewek penyuka boys love manga termasuk yaoi yang konten seksualnya lebih berat.

Jadi di postingan ini saya ceritakan secuil pengalaman pahit selama jadi fujo. *para fujo jangan rage pls saya cuma mengutarakan uneg2*

Semua berawal dari iseng, yaitu baca manga-nya Nakamura Shungiku yang berjudul Junjou Romantica. Karena awal-awal iseng, side effect setelah membaca manga yaoi, terutama adegan ini-itu melekat di benak saya sampai berhari-hari bahkan nggak nafsu makan saking saya kepingin muntah habis baca manga itu.

Tapi dari segi cerita saya lebih suka manga-nya Nakamura yang kedua, Sekaiichi Hatsukoi. Aku cuma melihat dari sisi pekerjaan mereka sebagai editor komik romantis, ternyata segitu repotnya ya. Now, everything won’t be the same as before…karena bosan ngelihatin terus meski Ritsu uke yang anjir imut lulz.

Berikut gambar dari karya-karyanya Nakamura Shungiku

Selanjutnya entah ada yang merasuki pikiran saya buat baca lagi manga yaoi asal ada yang ikemen. Saya kembali iseng cari mangaka yaoi Minami Haruka dan Yamane Ayano. Pertama karya Yamane Ayano yang mainstream seperti Viewfinder, itu sudah di batas ketentuan saya *dang kapan gua pakai ketentuan lagi*. Ceritanya sebenarnya bagus menampilkan action, cuman yaa itu haduh mangakanya penggemar sixpack men. Untung nggak sampai mimisan gua lihat segitunya. Alamat saya langsung drop manga-nya, konsisten buat berhenti jadi fujo.

Kalau karyanya Minami Haruka  uke-nya rada shota sih, mirip cewek pula makanya saya suka. Harusnya Minami-sensei bikin yuri aja lebih cocok. Cuma karyanya dia yang sampai sekarang bikin vomit rainbow LOL *salah konteks ini*. Seandainya tidak bikin yaoi saya mungkin akan lebih mengapresiasi karya-karyanya. :))

Dua mangaka yang karyanya juga pernah saya baca juga bikin mual, sama seperti saat iseng baca Junjou. Haduh padahal 2D kok efeknya bisa luar biasa kacau di kepalaku. Membuat saya berdelusi lebih lama sampai menuju ke 3D *aduh kacau bener* Lain kali saya baca manga shoujo saja, macam 07 Ghost, itu manga yang sudah cukup aman :))

*makasih saya dikasih wejangan bagus. Moe sekali. :v b*

Selain yang di atas, karya Isaku Natsume juga tidak terlalu berat kadar yaoinya jadi bacanya lega dan nggak usah pakai hilang nafsu makan. Rekomendasi paling standar ya Tight Rope dan Ameiro Paradox.

Nah, setelah baca-baca manga “aneh” itu, apakah saya mau lanjut yang lebih ekstrim macam oyaji type, bara? OGAAAH!! AMPUN GUA TOBAAAATT!! Saya sudah berdelusi seharian habis baca manga yaoi mau dilanjutin lagi ya mindbreak sudah. Saya sudah tidak kuat mental membaca yang seperti itu lagi. *headdesk*

Dengan ini selesai sudah uneg-uneg saya selama jadi fujoshi sementara. Setelah ini saya tidak akan melanjutkan membaca lagi manga yaoi, lebih baik manga yang bermanfaat, betul kan? :3