Sailor Moon Crystal Season 3 was GREAT!!

Hallo!!

Mungkin informasinya sedikit terlambat, tapi bulan lalu Sailor Moon Crystal yang baru sudah selesai tayang. Sailor Moon Crystal season 3 kini dengan staff dan sutradara yang baru juga, serial ini berakhir dengan bagus, terutama adegan transformasinya. Aduuuh subarashii! Hebat banget!

SailorMoonCrystalSeason3-PosterSmall

Continue reading

Orange

Kayaknya 4 tahun lalu saya sempat janji mau review manga ini setelah selesai skripsi ya. Oke, sekarang saya akan penuhi janji dari sekian lama. Jujur setelah selesai baca ini, saya sadar bahwa manga ini cukup bikin baper sambil nggelundung di kasur. Jadi mari kita bahas manga berjudul “Orange (オレンジ)”. But, let me warn you, this post have major spoilers, so make sure you finished reading this manga first.

84f42879981f7fc44f4c2f29a759996a

Orange – Takano Ichigo

 

Continue reading

“Happiness Charge Precure!” Review

time has passed so quickly. :))

sekarang saya masih mengerjakan skripsi, tapi berhubung ada luang jadi kuputuskan untuk menulis.

Baru-baru ini saya lagi seneng banget sama serial Precure, apalagi seri Heartcatch Precure. Mungkin kedengarannya aneh kalau saya yang cewek nonton beginian, biasanya kan suka yaoi gitu. *sembunyiin koleksi manga yoai*. Saya pribadi suka Precure karena murni suka serial superhero atau mahou shoujo genre yang banyak menampilkan transformasi, kekuatan sihir dan lain sebagainya.

Nah, yang saya review sedikit adalah anime Happiness Charge Precure. Seri Precure yang satu ini merupakan seri kesepuluh dan disiarkan khusus untuk merayakan 10 tahun penayangan Precure di Jepang. *wuaaah sudah 10 tahun ya*

Hmm oke awas spoiler ya!
Continue reading

Future of This Blog

It’s been 6 years since I started blogging here.

Yah, sudah sekian lamanya saya posting di sini

Waktu memang berjalan begitu cepat….dan mungkin ke depan saya akan keluar dari zona yang dibilang “terlalu nyaman”. Sebentar lagi juga harus sudah berkeluarga….plakk. Ups saya jadi berpikiran terlalu jauh deh.

Tepatnya bila sudah waktunya untuk berhenti menonton anime mango dan mencari yang lebih menarik pastilah ada. Entah apa saya akan melanjutkan tulisan di sini atau tidak. Tapi kalau saya tidak berhenti ya saya tetap menulis di sini.

Saya sudah lupa tepatnya kapan aku membuat blog di sini, pokoknya tepat sesudah saya masuk kuliah semester pertama sudah menulis sesuatu yang sangat…sangat random sekali dan bahasa saya berantakan sekali hahaha….Anggap saja bulan lahirnya sekitar Juli 2008.

Memang blog ini sangat sepi karena jarang mengirimkan tautan ke mana-mana. Jaman dulu sih baru pertama kenal facebook tapi nggak pernah pakai sebelum akhirnya benar-benar sering di pakai seharian. Apalagi mampir ke blog lain macam blogwalking, jarang sekali. Mungkin ke depannya saya berharap dapat menulis lagi, tapi benar-benar menulis secara in-depth agar terlihat rapi dan enak dibaca.

Semakin saya sering blogwalking, semakin saya tahu bagaimana menulis sebuah review dengan benar dan rapi. Karena itu blog ini akan terus berkembang sepanjang waktu, selama saya masih mampu menulis di kala senggang maupun sibuk. =))

Untuk sementara blog ini akan menghadapi masa hiatus, karena si pemilik blog sedang berjuang dengan namanya kripik kentang alias undergraduate thesis alias SKRIPSI. Okay, ini benar-benar membuang kalimat percuma ahahaha….

Setelah semua beres, next project untuk review selanjutnya adalah manga ini.

Image

jadi…saya menunggu sampai manga ini muncul beberapa chapter, dan akan saya review untuk ke depannya. Selain manga, anime juga akan di review tapi mungkin tidak akan update layaknya blog anime lainnya karena tidak mau mengikuti jalur mainstream. Music stuff juga akan dibahas di sini. Penyanyi atau musisi siapa saja ya yang saya review nanti? Itu rahasia. :p

Okey sekian dulu postingan hari ini. Berharap skripsi lancar tahun ini dan bisa menulis blog lagi sebebas mungkin. Oh ya saya ada blog kedua, tapi bukan animu-related stuff…just daily rants. Coba mampir juga ya di sini. See you on the next post guys!! ^^)/

NB : blog ini ditulis dengan diiringi musik santai dari musisi Suga Shikao, setelah spamming lagu-lagunya di timeline FB versi youtube dan Lastfm. =))

Fujoshi Kanojo

Setelah mengeluh seharian gara-gara penyakit fujonya tidak segera sembuh bahkan malah lebih parah, akhirnya saya cari hiburan lain dengan menonton Precure. Tapi untuk sementara saya nggak akan bahas *purikyua* dulu. Kali ini yang akan saya review adalah manga adaptasi dari sebuah novel best-seller *yah katanya gitu* karya Pentabu berjudul Fujoshi Kanojo. Ilustrasinya ditangani oleh Shinba Rize yang sudah cukup dikenal dalam manga bergenre yaoi. Kebetulan saya sendiri sudah pernah membaca karya-karyanya Shinba Rize. (.__.”)

Lhoh kok judulnya fujo lagi….

Eww tenang, ini bukan yaoi kok. (^^)/

fujoshi_kanojo_v01_ch01_001

Ilustrasinya Shinba Rize benar-benar beraura josei, cuma tokoh cowoknya emang lebih bishie dan uke. *dibuang
Continue reading

Fujoshi….Damn I Wanna Quit.

Being fujoshi membuat saya selamanya jadi manusia galau…..dame ningen apalagi. =3=

Nah bagi yang belum tahu istilah fujoshi, istilah ini berasal dari dua kanji Jepang kusai/kusaru artinya bau/ busuk dan onna yaitu cewek. Kalau digabung ya “cewek busuk” jadinya. Fujoshi adalah istilah untuk cewek penyuka boys love manga termasuk yaoi yang konten seksualnya lebih berat.

Jadi di postingan ini saya ceritakan secuil pengalaman pahit selama jadi fujo. *para fujo jangan rage pls saya cuma mengutarakan uneg2*

Semua berawal dari iseng, yaitu baca manga-nya Nakamura Shungiku yang berjudul Junjou Romantica. Karena awal-awal iseng, side effect setelah membaca manga yaoi, terutama adegan ini-itu melekat di benak saya sampai berhari-hari bahkan nggak nafsu makan saking saya kepingin muntah habis baca manga itu.

Tapi dari segi cerita saya lebih suka manga-nya Nakamura yang kedua, Sekaiichi Hatsukoi. Aku cuma melihat dari sisi pekerjaan mereka sebagai editor komik romantis, ternyata segitu repotnya ya. Now, everything won’t be the same as before…karena bosan ngelihatin terus meski Ritsu uke yang anjir imut lulz.

Berikut gambar dari karya-karyanya Nakamura Shungiku

Selanjutnya entah ada yang merasuki pikiran saya buat baca lagi manga yaoi asal ada yang ikemen. Saya kembali iseng cari mangaka yaoi Minami Haruka dan Yamane Ayano. Pertama karya Yamane Ayano yang mainstream seperti Viewfinder, itu sudah di batas ketentuan saya *dang kapan gua pakai ketentuan lagi*. Ceritanya sebenarnya bagus menampilkan action, cuman yaa itu haduh mangakanya penggemar sixpack men. Untung nggak sampai mimisan gua lihat segitunya. Alamat saya langsung drop manga-nya, konsisten buat berhenti jadi fujo.

Kalau karyanya Minami Haruka  uke-nya rada shota sih, mirip cewek pula makanya saya suka. Harusnya Minami-sensei bikin yuri aja lebih cocok. Cuma karyanya dia yang sampai sekarang bikin vomit rainbow LOL *salah konteks ini*. Seandainya tidak bikin yaoi saya mungkin akan lebih mengapresiasi karya-karyanya. :))

Dua mangaka yang karyanya juga pernah saya baca juga bikin mual, sama seperti saat iseng baca Junjou. Haduh padahal 2D kok efeknya bisa luar biasa kacau di kepalaku. Membuat saya berdelusi lebih lama sampai menuju ke 3D *aduh kacau bener* Lain kali saya baca manga shoujo saja, macam 07 Ghost, itu manga yang sudah cukup aman :))

*makasih saya dikasih wejangan bagus. Moe sekali. :v b*

Selain yang di atas, karya Isaku Natsume juga tidak terlalu berat kadar yaoinya jadi bacanya lega dan nggak usah pakai hilang nafsu makan. Rekomendasi paling standar ya Tight Rope dan Ameiro Paradox.

Nah, setelah baca-baca manga “aneh” itu, apakah saya mau lanjut yang lebih ekstrim macam oyaji type, bara? OGAAAH!! AMPUN GUA TOBAAAATT!! Saya sudah berdelusi seharian habis baca manga yaoi mau dilanjutin lagi ya mindbreak sudah. Saya sudah tidak kuat mental membaca yang seperti itu lagi. *headdesk*

Dengan ini selesai sudah uneg-uneg saya selama jadi fujoshi sementara. Setelah ini saya tidak akan melanjutkan membaca lagi manga yaoi, lebih baik manga yang bermanfaat, betul kan? :3